POLICEWATCH -MATARAM
Menjelang gelaran internasional MotoGP Mandalika 2026, Unit Reaksi Cepat (URC) Puma Jatanras Ditreskrimum Polda NTB memperkuat pengamanan dengan menyisir kawasan KEK The Mandalika guna memetakan titik rawan gangguan kamtibmas. Patroli mobile yang digelar pada Kamis (3/9/2026) ini menjadi langkah antisipasi awal demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif saat event berlangsung.
Dipimpin langsung oleh Kanit Puma Jatanras AKP Agus Eka Artha, S.H., tim bergerak menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua mulai pukul 13.30 Wita. Patroli tidak hanya menyasar area sirkuit, tetapi juga jalur-jalur strategis yang berpotensi menjadi titik rawan gangguan keamanan.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M. menjelaskan bahwa pemetaan titik rawan ini dilakukan sebagai langkah proaktif mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas menjelang MotoGP. "Tim URC Puma Jatanras melakukan mobile patrol sekaligus pemetaan titik rawan di kawasan KEK dan Sirkuit Mandalika, sebagai langkah antisipasi gangguan kamtibmas menjelang MotoGP," ungkapnya.
Sekitar pukul 14.00 Wita, tim bergerak menyusuri Jalan Langko menuju Bundaran Bandara Internasional Lombok (BIL), memantau sejumlah lokasi yang dinilai rawan kericuhan antarkampung. Patroli kemudian berlanjut melalui jalur Bypass BIL–Mandalika hingga kawasan Kuta, memantau situasi sepanjang jalan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
"Pemantauan dilakukan sejak jalur menuju kawasan Mandalika. Personel melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memetakan lokasi yang perlu mendapat perhatian lebih," ujar Kombes Kholid.
Sekitar pukul 16.00 Wita, tim masuk ke area Sirkuit Mandalika. Situasi di sekitar sirkuit saat pemantauan terpantau aman dan kondusif. Meski begitu, pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi. Menjelang malam, tim melanjutkan patroli melalui Jalan Sengkol–Kuta, menyasar lokasi rawan gangguan kamtibmas dan kejahatan 3C.
Kombes Kholid menegaskan bahwa pemetaan tidak hanya menyasar lokasi yang dikenal rawan, tetapi juga tempat berkumpulnya kelompok masyarakat atau pemuda yang berpotensi memicu gangguan keamanan. "Personel melakukan pendekatan dan pemantauan secara langsung. Kami ingin potensi gangguan bisa dikenali lebih awal, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan dengan cepat," jelasnya.
Sekitar pukul 20.00 Wita, tim kembali ke Mako Polda NTB untuk konsolidasi. Personel tetap memantau perkembangan situasi kamtibmas melalui komunikasi radio. Kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan pemetaan wilayah rawan 3C serta monitoring secara berkala. Hasil pemantauan juga akan dilaporkan kepada Kapolda NTB untuk menentukan langkah berikutnya.
"Menjelang MotoGP, pengamanan tidak hanya dilakukan saat event berlangsung. Pemetaan dan monitoring sejak awal penting untuk menjaga kawasan Mandalika tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat maupun para pengunjung," pungkas Kombes Kholid.
Mamen
