HEADLINE

RSUD Alimuddin Umar Jalani Survey Akreditasi, Wakil Bupati Ingatkan Akreditasi Bukan Sekadar Dokumen.

 



policewatch.news, Diskominfo Lampung Barat - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimuddin Umar menjalani Survey Akreditasi pada 5, 8, dan 9 Oktober 2026. Survei dilakukan Tim Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Quality and Safety Improvement (LARSQI) yang diketuai Dr. drg. Torry Duet Irianto, M.Kes.

Ini menjadi ujian penting, status Akreditasi Paripurna yang disandang RSUD Alimuddin Umar akan berakhir pada 15 November 2026. Survei kali ini akan menentukan apakah predikat tertinggi itu mampu dipertahankan.

Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin menegaskan, akreditasi tidak boleh dimaknai sempit sebagai proses meraih predikat.

"Akreditasi rumah sakit bukan semata-mata proses penilaian untuk memperoleh sebuah predikat," ujar Mad Hasnurin, Kamis 08 Oktober 2026. 

Lebih dari itu, kata dia, akreditasi adalah cara memastikan pelayanan kesehatan benar-benar memenuhi standar mutu dan mengutamakan keselamatan pasien.


"Akreditasi merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat memenuhi standar mutu, mengutamakan keselamatan pasien, serta dilaksanakan secara profesional, aman, efektif, dan berkesinambungan," katanya.

Mad Hasnurin menilai RSUD Alimuddin Umar memiliki peran vital sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di Lampung Barat. Karena itu, peningkatan mutu harus menjadi komitmen permanen, bukan hanya saat ada survei.

Ia berharap survei berjalan objektif dan transparan. Kepada jajaran rumah sakit, Wakil Bupati Lampung Barat berpesan agar mengikuti rangkaian survei secara terbuka dan jujur.

"Kepada seluruh jajaran RSUD Alimuddin Umar, saya berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian survei dengan sungguh-sungguh, terbuka, jujur, dan penuh tanggung jawab," ujarnya.

Ia juga mengingatkan, ukuran keberhasilan rumah sakit bukan terletak pada kelengkapan dokumen.


"Saya juga berharap hasil dari proses akreditasi ini bukan hanya pemenuhan dokumen dan standar semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam budaya kerja sehari-hari, mulai dari profesionalisme pelayanan kepada pasien, keselamatan tenaga kesehatan, pasien, kebersihan dan keamanan lingkungan rumah sakit, hingga kepuasan masyarakat," tegasnya.

Dikatakan Mad Hasnurin, pihaknya akan terus memberikan dukungan. Pada akhirnya, keberadaan rumah sakit bukan soal gedung dan alat medis.

"Keberadaan rumah sakit bukan hanya tentang gedung, peralatan, maupun administrasi, tetapi tentang bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, cepat, ramah, dan manusiawi," katanya.

Sebelumnya, Plt. Direktur RSUD Alimuddin Umar, dr. Seruni Era Lestari, Sp.M memaparkan sejarah singkat dan fasilitas rumah sakit. 

Ia berharap tim surveyor memberikan penilaian objektif serta masukan konstruktif agar mutu pelayanan semakin meningkat.

Menurutnya, ukuran sebuah keberhasilan RS bukan terkait lengkapnya dokumen maupun lengkapnya alat medis, namun bagaimana tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan.

 

Entri yang Diunggulkan

RSUD Alimuddin Umar Jalani Survey Akreditasi, Wakil Bupati Ingatkan Akreditasi Bukan Sekadar Dokumen.

  policewatch.news, Diskominfo Lampung Barat - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimuddin Umar menjalani Survey Akreditasi pada 5, 8, dan 9 Ok...

HUKUM&KRIMINAL

Contact form

Nama

Email *

Pesan *

SEPUTAR POLRI-TNI

POLITIK

Popular Posts

RAGAM


PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

SEJARAH

ADVERTORIAL

HIBURAN