Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si., |
KUNINGAN, POLICE WATCH NEWS -Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol
Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si., di dampingi Ketua Bhayangkari Daerah
Jabar Ny. Winny Agung Budi Maryoto, beserta rombongan Pejabat Utama
Polda Jabar melakukan Kunjungan Kerja (KUNKER) ke Mapolres Kuningan,
Sabtu (17/03/2018).
Kedatangan rombongan Kapolda Jabar tersebut di sambut
langsung oleh Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman, beserta jajaran di
Mapolres Kuningan, dengan di iringi penampilan tarian Khas Sunda dengan
memainkan Pukulan gendang yang di bawakan oleh para sosok Polisi Wanita
(POLWAN) Polres Kuningan.
Dalam Kunjungan Kerjanya, Kapolda jabar berkesempatan
bertatap muka dengan seluruh Personel Polres Kuningan dengan menekankan
kepada anggota memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Kedatangan Kapolda Jabar sendiri untuk menyaksikan
Deklarasi Anti Hoak, Ujaran kebencian menuju Pilkada Damai, serta
pengukuhan Da'i Kamtibmas Polres Kuningan
Kegiatan yang di gelar di Aula Wira Satya Pradhana Mapolres
Kuningan, di hadiri oleh ratusan tamu undangan. Hadir pada kesempatan
tersebut, Plt Bupati Kuningan, Dede Sembada, ST, Dandim 0615 Kuningan,
Letkol Inf Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., MM, Kepala Kejari Kuningan
Adhyaksa Darma Yuliono SH, MH, Komisioner KPU Kuningan, Ketua Panwaslu,
Ketua Bawaslu, Ketua MUI Kuningan, KH. Abdul Aziz, Tokoh Pemuda, Ormas
dan Pimpinan Parpol dan anggota, Tokoh Agama, Para Ulama Pimpinan Pondok
Pesantren, serta ratusan undangan lainnya.
Di awal sambutanya Kapolda Jawa Barat, irjen Pol Drs. Agung
Budi Maryoto M.Si, menyampaikan puji dan syukur kepada Allah SWT yang
masih memberikan kesehatan dan keselamatan kepada yang hadir pada acara
tersebut.
Dan dalam kesempatan itu, tidak luput juga Kapolda Jabar
memperkenalkan rombongan yang di bawanya satu persatu yang merupakan
para Pejabat Utama di Polda Jabar.
Ada beberapa hal, yang di sampaikan Kapolda Jabar di awal
sambutanya di mana dirinya mengaku sudah berjanji bahwasanya bagi santri
santri yang Khafidz Qur'an bisa masuk ke Kepolisian.
Tentunya itu juga harus mengikuti test ,karena menurutnya,
tes itu di perlukan dengan dilakukan secara terbuka dan transparan, "
Kalau di test fisiknya ga kuat ya gagal ," Ujar Kapolda jabar.
Kapolda juga meminta, agar para Pimpinan Pondok Pesantren
(PONPES) bisa mendaftarkan santrinya yang Hafidz Qur"an ke Mapolres,
dengan di ikuti adanya beberapa persyaratan, semisalnya tinggi badan
minimal 165 cm, bisa berenang dan tentunya juga memilki jasmani yang
sehat.
"Tolong tahun ini dari Kabupaten Kuningan ada santri yang
Hafidz Qur'an agar bisa di daftarkan ke Mapolres Kuningan, yang nantinya
akan saya tularkan ke anggota Polisi Polda jabar, " tuturnya.
Pada kesempatan tersebut juga, Kapolda jabar memberikan
apresiasi yang sebesar besarnya terutama atas hadirnya para Tokoh Agama,
Para Ulama yang sangat membanggakan.
Yang senantiasa selalu menjaga NKRI yang kita cintai ini,
tetap kokoh berdiri sampai dengan hari ini, jam ini, detik ini, tiada
lain dari peranya para Tokoh Agama, Ulama kita yang sangat Signifikan.
Menyimak sejarah kebelakang, peran ulama sangatlah besar
bisa mempersatukan bangsa ini, para pejuang pada waktu itu merupakan
cikal bakal menjadinya TNI dan POLRI, mereka bisa bersatu, bersepakat,
berikrar sumpah pemuda yang tentunya dengan seijin Allah SWT.
"Inilah yang harus kita rajut kembali, yang harus kita
rekatkan kembali dalam menghadapi berbagai berita-berita yang belum
tentu benar, yang bisa memecahkan masyarakat, bisa memprovokasi,
mengintimidasi, kalau tidak cepat kita bendung bisa terjadi konflik di
masyarakat." Harap Kapolda.
Kapolda menjabarkan bahwasanya bangsa indonesia adalah
bangsa yang besar, penduduknya sekitar 260 juta jiwa, sukunya ada
sebanyak 714 suku, namun tetap berbangsa satu bangsa indonesia.
Kita tidak bisa bayangkan kalau kita mudah terprovokasi
dari berita yang belum jelas kebenaranya, oleh karena itu kalau ada
berita yang belum jelas, setidaknya kita harus Tabayun atau di
komfirmasi dulu agar jelas.
" Kalau berita tidak benar kirim sana kirim sini masukan ke
group, berarti itu sudah melanggar UU ITE pasal 28 tentang Transaksi
Elektronik, itu tidak boleh karena meresahkan masyarakat." Jelas
Kapolda.
Dan Insya Alllah, Alhamdulillah di Kabupaten Kuningan tidak
ada, berarti masyarakatnya sangat Agamis, sangat Santri, menghormati
adanya perbedaan, karena kita negara yang besar, ber Bhineka Tunggal
Ika.
"Kalau ada perbedaan jangan di cari perbedaanya, di
perkecil perbedaanya, di perbesar kesamaanya, karena kita mengenal
sebagai Umat Islam ada namanya Ukhuwah Islamiyah." terangnya.
Selanjutnya Kapolda Jabar juga mengingatkan untuk
pelaksanaan Pesta Demokrasi tahun ini, " Jangan ada Seolah - olah
menjadi mencekam, karena ini sesungguhnya adalah Pesta rakyat, yang di
berikan Privasi, hak individu untuk memberikan suaranya dalam menentukan
pemimpinya untuk Lima tahun kedepan, baik Bupati, Walikota dan
Gubernur." Seru kapolda.
Di Kabupaten Kuningan sendiri ada tiga Pasangan Calon
(PASLON) di mana sejak KPU menetapkan Paslon tanggal 12 Februari 2018
kemarin, maka dua hari setelah itu para Paslon sudah melaksanakan
kampanye untuk menyampaikan Misi dan Visi nya kepada masyrakat.
Dan di pastikan bahwa masyarakat di Kabupaten Kuningan akan
terbelah, akan terbelah menjadi tiga kelompok dan itu boleh, karena
Undang-undang Pilkada mengatur itu.
Di jelaskan juga oleh Kapolda Jabar, ada tiga prasyarat di
katakan Minimal Baik untuk pelaksanaan Pilkada Kabupaten, Kota, maupun
Provinsi.
Yang Pertama, (1) Tingkat partisipasi masyarakat tinggi minimal 70 persen.
Yang Kedua, (2) Proses tahapan pilkada yang di tetapkan KPU harus sudah terjadwalkan dan lancar, tidak ada gangguan apapun.
Yang Ketiga, (3) Sebagai penyelenggara KPU harus netral tidak boleh ada kepentingan dan wasitnya Bawaslu juga harus Netral, terlebih juga yang mengamankan POLISI di bantu TNI juga harus netral.
Yang Kedua, (2) Proses tahapan pilkada yang di tetapkan KPU harus sudah terjadwalkan dan lancar, tidak ada gangguan apapun.
Yang Ketiga, (3) Sebagai penyelenggara KPU harus netral tidak boleh ada kepentingan dan wasitnya Bawaslu juga harus Netral, terlebih juga yang mengamankan POLISI di bantu TNI juga harus netral.
"Kalau pada kesempatan baik ini, ada masyarakat yang hadir, di temukan ada petugas yang tidak netral Laporkan" Pinta Kapolda.
POLRI -TNI dalam pengamanan mengawal Pesta demokrasi dengan
bertanggung jawab, yang Insya Allah akan menghasilkan pemimpin yang
sesuai dengan hati rakyat.
Pilkada ini jangan di buat menjadi sesuatu yang menakutkan,
tetapi menyejukan, silahkan beradu program yang positip, biarkan
masyarakat yang menilai dan berharap masyarakat semakin cerdas.
Seraya mengakhiri penyampainnya, Kapolda Jabar Irjen Pol
Drs. Agung Budi Maryoto M.Si, menutupnya dengan sebuah Pantun "( Pohon
Selasih di Dalam Kolam, Anak Baruang Berenang-Renang), terima kasih kami
ucapkan atas kehadiran tuan-tuan sekalian, dan satu lagi tambah Pak
Kapolda." ( Pohon Selasih Tumbuh Dikayu ). Terima kasih, Thank you.!!!
(GUNTUR)