Reporter :Bambang.MD
![]() |
balai desa Gramat |
LAHAT - SUMSEL - POLICEWATCH NEWS - Tim investigasi
policewatch.news mencoba menelusuri paska ditangkapnya kades gramat oleh
tim saber pungli Polres Lahat, belum lama ini
Salah satu tukang bernama Tris mengaku kepada wartawan
policewatch.news sabtu (26/5) di desa gramat " lah tigo hari pak kades
belum balek " sambil dia memasang keramik pembangunan kantor desa di
tanya policewatch.news lagi sudah tahu masalah pak kades? Dijawab nya
belum tahu bahwa kades gramat ditangkap polisi oh baru tahu inilah dari
bapak ujar " tris sesekali ia melanjutkan memasang keramik
Policewatch.news coba menanyakan bangunan apa ini pak tris ?
Dijawabnya buat kantor desa belum selesai pak asli orang magelang sudah
tinggal disini hampir 7 tahun maklum istri saya asli orang sini
Salah satu tukang celetuk kepada wartawan pak tau dak
bangunan kantor desa ini menghabiskan dana ratusan juta jadi bapak la
tahu ngapo betanyo" ketusnya
Ternyata kantor balai desa Gramat yang kini masih tahap
penyelesaian wow paling bagus se Kabupaten lahat terdiri 2 lantai
konstruksi beton bertulang kalau dihitung habis ratusan juta rupiah itu
pun belum selesai pantauan POLICEWATCH.NEWS.
Sebelumnya oknum kades Gramat bernama Akhmad Kurnia (45)
tahun diduga ia melakukan pemerasan meminta sejumlah uang kepada salah
satu karyawan PT. LPPBJ akhirnya setelah dilakukan transaksi oleh
karyawan yang diminta oknum kades sebesar Rp 30 juta belum selang
beberapa lama dari tim saber pungli Polres Lahat melakukan Operasi
Tangkap Tangan (OTT )
Kejadian peristiwa padaKamis (24/5/2018) sekitar pukul
12.30 WIB. Oknum kades tersebut tertangkap tangan (OTT) atas dugaan
pemerasan sesuai dengan pasal 368 KUHP. Juga berdasarkan No
LPB/94/V/2018/Sumsel/Res Lahat Tanggal 24 Mei 2018, ” ungkap Kapolres
Lahat, AKBP Robby Karya Adi SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Lahat AKP
Ginanjar SIK, Jum’at (25/5/2018).
Dijelaskan Ginanjar, kepala desa Gramat tersebut, dicokok berdasarkan laporan dari korban Roy Sitorus (32) warga Jalan Penghijauan 4 Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Kota Lahat, Sumatera Selatan yang merupakan salah satu karyawan PT LPPBJ.
Peristiwa kronologis kejadian Kamis (24/5/2018) sekitar
pukul 12.30 WIB berlokasi dipencucian mobil Bandar Jaya, tersangka
melakukan pertemuan untuk memberikan penawaran kepada korban agar
perusahaan korban dapat terus berjalan.
“Namun, dalam pertemuan itu, oknum kepala desa Gramat
tersebut, meminta sejumlah uang kepada korban dengan catatan bahwa jika
TSK tidak diberikan uang maka perusahaan tersebut tidak akan bisa
berjalan, “tambah Ginajar menirukan keterangan dari korban.
Tertangkap tangannya oknum Kades ini, saat melakukan
pertemuan di cucian mobil " Serasan " Kelurahan Bandar Jaya oleh Tim
Saber Polres Laha, saat TSK baru menerima uang dari korban.
“Selain telah diamankan tersangka. Kita juga berhasil
mengamankan barang bukti (BB) dari tangan TSK berupa uang sejumlah 30
juta rupiah, dan buku rekening Bank BRI An Rahmad Kurnia. Saat ini,
oknum kades sedang menjalankan pemeriksaan lebih lanjut di Polres Lahat,
untuk di proses lebih lanjut dengan ketentuan yang berlaku, ” pungkas
Ginanjar