Policewatch-Lombok Tengah
Kondisi jalan di Desa Pengadang, Lombok Tengah, semakin memprihatinkan. Kerusakan jalan yang parah, dengan lubang menganga hampir setiap 15-20 meter, telah memakan korban dan mengancam keselamatan warga. Kekecewaan warga memuncak hingga mereka melakukan aksi protes simbolik dengan menanam pohon pisang di jalan yang rusak.
Rizal Samsul Mujahidin, pemuda Desa Pengadang, mengungkapkan keprihatinannya. "Jalan ini merupakan akses utama warga. Kerusakannya sangat membahayakan, terutama pengendara sepeda motor. Penanaman pohon pisang ini adalah simbol perlawanan terhadap ketidakpedulian pemerintah," tegas Rizal.
Ia menambahkan bahwa kerusakan jalan telah menghambat aktivitas warga dan mengakibatkan kerugian. Rizal mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki jalan dan memberikan solusi konkret, bukan hanya janji-janji. "Kami menuntut perbaikan jalan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Kami berharap pemerintah segera bertindak sebelum ada korban jiwa lebih banyak lagi," serunya.
Sementara itu, Kepala Desa Pengadang, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, menyatakan bahwa jalan tersebut memang dalam kondisi rusak parah. Namun, ia menyatakan bahwa jalan tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten, bukan pemerintah desa. Pernyataan ini semakin menambah kekecewaan warga yang merasa dilempar tanggung jawab di antara instansi pemerintah.
Kondisi jalan yang memprihatinkan di Desa Pengadang ini menjadi sorotan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Aksi protes warga dengan menanam pohon pisang menjadi bukti nyata keresahan dan tuntutan mereka akan perbaikan infrastruktur yang layak dan aman.
Jurnalis
Mamen