Keluhan Warga Desa Aik Berik Menyoroti Ketimpangan Kebijakan di Lombok Tengah, H. Humaidi: “Perhatian Pemerintah Harus Merata!”

/ 5 April 2025 / 4/05/2025 01:25:00 PM

 


 

Policewatch-Batu Kliang Utara.

5/5/2025. Air adalah  hidup,  setidaknya  begitu  yang  diyakini  warga  Desa  Aik  Berik,  Lombok Tengah.  Mereka  mengalami  kekecewaan  mendalam  terhadap  kebijakan  pemerintah,  khususnya  di  Lombok  Tengah,  yang  terkesan  tidak  memperhatikan  kebutuhan  masyarakat  di  wilayah  hulu.  Mereka  mengungkapkan  keprihatinan  terhadap  potensi  kekeringan  yang  mengancam  jika  sumber  air  di  wilayah  mereka  tidak  diperhatikan.

H Humaidi,  tokoh  masyarakat  Desa  Aik  Berik,  menjelaskan  bahwa  desa  mereka  merupakan  wilayah  hulu  yang  kaya  akan  sumber  air  tawar.  "Di  Dusun  Pemotoh  saja  ada  lima  sumber  air  besar,"  ujar  humaidi.  "Air  Salat,  air  Waru,  air  Goa,  dan  air  Peluncing  mengalir  ke  sungai  Pemotoh,  yang  kemudian  mengalir  ke  sungai  Tendak  dan  menyiram  lahan  irigasi  di  wilayah  lain  seperti  Dusun  Ranjoh,  Desa  Aik  Berik,  Aik  Berik  Timur,  Dusun   Slewatt,  Dusun   Jengguar,  dan  hampir  seluruh  Desa  di Batukliang utara dan Batukliang"

  H Humaidi menjelaskan  bahwa  sumber  air  ini  sangat  penting  untuk  kehidupan  masyarakat  di  Lombok  Tengah.  "Jika  sumber  air  ini  kering,  maka  masyarakat  di  bagian  tengah  dan  selatan  akan  mengalami  kekeringan  yang  parah.  Untuk  minum  ternak  saja  akan  sulit,  apalagi  untuk  bertani,"  ujarnya. 

 


Humaidi" menyebutkan  bahwa  selama  ini  pemerintah  Lombok  Tengah  terkesan  kurang  memperhatikan  sumber  air  tawar  di  wilayah  hulu.  "Anggaran  ratusan  miliar  selalu  di  gunakan  untuk  masyarakat  di  kawasan  pantai,"  keluh  Sahbianto.  "Tidak  pernah  ada  perhatian  bagi  masyarakat  di  kawasan  hulu,  seperti  kita,  yang  merupakan  sumber  air  bagi  seluruh  Lombok  Tengah."

Ia mengungkapkan  kekecewaan  nya  terhadap  kebijakan  pemerintah  yang  terkesan  menganaktirikan  wilayah  hulu.  "Kami  tidak  pernah  mendapat  bantuan  untuk  mengembangkan  sumber  air  ini.  Tidak  ada  bantuan  bibetikan  atau  kolam  ikan,  padahal  sumber  air  tawar  sangat  penting  untuk  perikanan  air  tawar,"  jelasnya.  "Sementara  masyarakat  nelayan  di  pantai  mendapat  bantuan  ratusan  miliar  rupiah."

Subianto tokoh masyarakat yang cukup dikenal di Lombok Tengah,  mengungkapkan  pendapatnya  terkait  keluhan  warga  Desa  Aik  Berik.  “Perhatian  pemerintah  harus  merata,  tidak  bisa  hanya  fokus  di  satu  kawasan  saja,”  tegas Subianto.  “Sumber  air  tawar  di  wilayah  hulu  sangat  penting  untuk  kelangsungan  hidup  masyarakat  Lombok  Tengah,  dan  perlu  diperhatikan  secara  serius.”

 

Subianto  menambahkan,  “Saya  mendukung  apa  yang  diutarakan  oleh  H Humaidi.  Pemerintah  harus  membantu  masyarakat  di  wilayah  hulu  untuk  mengelola  sumber  air  dengan  baik,  dan  memberikan  bantuan  yang  diperlukan  untuk  mengembangkan  potensi  perikanan  air  tawar.”

Ia mengungkapkan  harapannya  agar  pemerintah  Lombok  Tengah  memberikan  perhatian  yang  sama  kepada  masyarakat  di  wilayah  hulu.  "Semoga  setidaknya  10%  sampai  15%  dari  anggaran  Dinas  Pertanian,  Dinas  Perikanan,  dan  Dinas  Pariwisata  bisa  dialokasikan  untuk  mengembangkan  sumber  air  di  wilayah  hulu,"  harap  Sahbianto.

 Jurnalis

LR /Mamen

Komentar Anda

Berita Terkini