Policewatch-Batu Kliang Utara.
5/5/2025. Air adalah hidup, setidaknya begitu yang diyakini warga Desa Aik Berik, Lombok Tengah. Mereka mengalami kekecewaan mendalam terhadap kebijakan pemerintah, khususnya di Lombok Tengah, yang terkesan tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat di wilayah hulu. Mereka mengungkapkan keprihatinan terhadap potensi kekeringan yang mengancam jika sumber air di wilayah mereka tidak diperhatikan.
H Humaidi, tokoh masyarakat Desa Aik Berik, menjelaskan bahwa desa mereka merupakan wilayah hulu yang kaya akan sumber air tawar. "Di Dusun Pemotoh saja ada lima sumber air besar," ujar humaidi. "Air Salat, air Waru, air Goa, dan air Peluncing mengalir ke sungai Pemotoh, yang kemudian mengalir ke sungai Tendak dan menyiram lahan irigasi di wilayah lain seperti Dusun Ranjoh, Desa Aik Berik, Aik Berik Timur, Dusun Slewatt, Dusun Jengguar, dan hampir seluruh Desa di Batukliang utara dan Batukliang"
H Humaidi menjelaskan bahwa sumber air ini sangat penting untuk kehidupan masyarakat di Lombok Tengah. "Jika sumber air ini kering, maka masyarakat di bagian tengah dan selatan akan mengalami kekeringan yang parah. Untuk minum ternak saja akan sulit, apalagi untuk bertani," ujarnya.
Humaidi" menyebutkan bahwa selama ini pemerintah Lombok Tengah terkesan kurang memperhatikan sumber air tawar di wilayah hulu. "Anggaran ratusan miliar selalu di gunakan untuk masyarakat di kawasan pantai," keluh Sahbianto. "Tidak pernah ada perhatian bagi masyarakat di kawasan hulu, seperti kita, yang merupakan sumber air bagi seluruh Lombok Tengah."
Ia mengungkapkan kekecewaan nya terhadap kebijakan pemerintah yang terkesan menganaktirikan wilayah hulu. "Kami tidak pernah mendapat bantuan untuk mengembangkan sumber air ini. Tidak ada bantuan bibetikan atau kolam ikan, padahal sumber air tawar sangat penting untuk perikanan air tawar," jelasnya. "Sementara masyarakat nelayan di pantai mendapat bantuan ratusan miliar rupiah."
Subianto tokoh masyarakat yang cukup dikenal di Lombok Tengah, mengungkapkan pendapatnya terkait keluhan warga Desa Aik Berik. “Perhatian pemerintah harus merata, tidak bisa hanya fokus di satu kawasan saja,” tegas Subianto. “Sumber air tawar di wilayah hulu sangat penting untuk kelangsungan hidup masyarakat Lombok Tengah, dan perlu diperhatikan secara serius.”
Subianto menambahkan, “Saya mendukung apa yang diutarakan oleh H Humaidi. Pemerintah harus membantu masyarakat di wilayah hulu untuk mengelola sumber air dengan baik, dan memberikan bantuan yang diperlukan untuk mengembangkan potensi perikanan air tawar.”
Ia mengungkapkan harapannya agar pemerintah Lombok Tengah memberikan perhatian yang sama kepada masyarakat di wilayah hulu. "Semoga setidaknya 10% sampai 15% dari anggaran Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, dan Dinas Pariwisata bisa dialokasikan untuk mengembangkan sumber air di wilayah hulu," harap Sahbianto.
Jurnalis
LR /Mamen