Policewatch-Batu Kliang Utara.
Dusun Bulan Salak, Desa Aik Berik, mengalami perubahan yang menakjubkan. Di tengah janji politik yang seringkali terlupakan, warga bersatu padu menunjukkan semangat gotong royong yang tak terbendung. Mereka berani beraksi, menghidupi harapan mereka sendiri dengan membangun jalan baru yang menghubungkan Dusun Bulan Salak menuju Dusun Montong Are. Kisah ini bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, tapi juga tentang kepedulian, kebersamaan, dan semangat yang tak kunjung padam untuk menghidupi cita-cita bersama.
Pembuatan jalan baru yang dikerjakan secara swadaya ini terjadi pada hari Sabtu, 5 April 2025. Ratusan warga dari Gubuk Kopang Montong Are, Montong Tanggak, dan Bulan Salak, Pemotoh Tengah, bersama-sama mengerjakan jalan dengan lebar 4 meter dan panjang sekitar 500 meter.
"Pembuatan jalan ini dilakukan tanpa ada biaya dari pemerintah," ujar Ketua Umum Laskar Rinjani, Hartono, yang hadir dalam kegiatan ini. "Kami mengerjakannya dengan swadaya karena kami jenuh menantikan janji-janji dari pemerintah."
Hartono menjelaskan bahwa pembuatan jalan ini sangat penting untuk membuka akses bagi masyarakat Dusun Montong Are. Jalan ini diharapkan menjadi jalur pemakaman dan akses keluar masuk bagi para petani.
"Selama ini, masyarakat Montong Are kesulitan untuk mengakses jalan, terutama saat ada warga yang meninggal. Mereka harus menempuh jalan yang jauh dan terjal," ujar Hartono.
Pembangunan jalan ini juga mendapat dukungan dari pemilik tanah, seperti H Mursidi, Pardi, Muhdin, dan Mahar. H Mursidi, salah satu pemilik tanah, mengungkapkan rasa ikhlasnya dalam menyumbangkan tanahnya.
"Supaya bisa mensejahterakan ekonomi masyarakat kedepan," ujar H Mursidi. "Saya ikhlas menyumbangkan tanah karena akan meningkatkan harga tanah yang awalnya Rp2 juta. Setelah jalan ini jadi, harganya bisa menjadi Rp10 juta."
Warga Dusun Tambing Kekek juga menyambut antusias pembangunan jalan ini. "Akses jalan ini akan memudahkan anak-anak kami yang berangkat sekolah," ujar Muzakir, Ketua Umum Laskar Rinjani.
Sahbianto, mantan calon kepala desa, menunjukkan kekagumannya terhadap semangat warga yang berinisiatif membangun jalan sendiri. "Ini luar biasa, justru ini yang kita harapkan. Kalau kita lihat yang jadi pemimpin kita sebelumnya, gerakannya tidak seperti ini. Mereka tidak pernah menyentuh masyarakat, tidak pernah melihat situasi masyarakat apa yang dibutuhkan masyarakat."
Sahbianto menyebutkan bahwa 60% masyarakat Dusun Pemotoh Tengah mengandalkan kebun durian, mata air, dan kebun pisang sebagai mata pencaharian. "Selama ini, pemerintah tidak pernah memperhatikan bagaimana kebutuhan masyarakat di sini. Bahkan, untuk mengangkut hasil kebun, mereka harus memikulnya.
Sahbianto mengungkapkan harapannya terhadap kepala desa terpilih. "Harapan kita kepada kepala desa terpilih adalah agar kita memiliki visi misi, pendapat, dan gerakan yang sama dalam pembangunan secara merata di desa ini, khususnya di bagian utara. Jangan hanya bagian selatan saja yang diperhatikan. Kami siap membantu. Kami harus bergabung menjadi satu untuk mempermudah pembangunan. Sebagai Dewan Pakar PKS, insya Allah kami akan usulkan supaya jalan ini cepat bisa dilewati masyarakat."
Sahbianto juga menyebutkan kemungkinan untuk maju di legislatif di masa mendatang. "Kita lihat dulu. Insya Allah, kalau memang ada ridho Allah, kita akan maju di legislatif. Intinya, siapapun yang menjadi pemimpin kita harus ajak kolaborasi atau kerjasama dengan baik untuk membangun desa kita, tutupnya."
.LR/Mamen